Olahraga Futsal
Artikel Olahraga Futsal
Futsal pertama kali dimainkan di Montevideo,
Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juaranya Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984. Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia. Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juaranya Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984. Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia. Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.
Futsal memiliki peraturan tersendiri
dibandingkan sepakbola, semua peraturan permainan futsal sudah disepakati dan
diatur tersendiri oleh FIFA. Tetapi, dengan menghormati kesepakatan dari
asosiasi-asosiasi terkait dan yang telah mempersiapkan prinsip-prinsip dari
peraturan-peraturan ini, peraturan permainan futsal dapat diubah penerapannya
untuk disesuaikan dengan perintah-perintah pemula khususnya yang berusia di
bawah 16 tahun, wanita atau untuk pemain yang sudah cukup berumur (melebihi 35
tahun) dan pemain yang memiliki kekurangan-kekurangan tertentu.
Hal-hal yang diperbolehkan untuk diadakan perubahan adalah :
- Ukuran lapangan.
- Ukuran, berat, dan bahan bola.
- Lebar dan tinggi mistar gawang.
- Durasi babak/periode permainan.
- Penggantian/Pemain cadangan.
- Ukuran, berat, dan bahan bola.
- Lebar dan tinggi mistar gawang.
- Durasi babak/periode permainan.
- Penggantian/Pemain cadangan.
Berkenaan dengan jenis kelamin, peraturan-peraturan tetang wasit,
pemain dan para petugas lainnya adalah berlaku sama baik bagi jenis kelamin
pria maupun wanita.
PERATURAN 1 – LAPANGAN
Lapangan harus persegi panjang. Panjang garis batas kanan dan kiri
lapangan (touch line) harus lebih panjang dari garis gawang.
Ukuran :
Panjang : Minimum
25 m
Maksimum 42 m
Maksimum 42 m
Lebar : Minimum 15
m
Maksimum 25 m
Maksimum 25 m
Standar
Internasional
Panjang : Minimum
38 m
Maksimum 42 m
Maksimum 42 m
Lebar : Minimum 18
m
Maksimum 25 m
Maksimum 25 m
Tanda/Batas Lapangan
- Lapangan ditandai dengan garis-garis yang melekat pada
lapangan dan garis-garis tersebut berfungsi sebagai pembatas. Dua garis terluar
yang lebih panjang disebut sebagai garis pembatas lapangan. Dua garis pendek
disebut garis gawang.
- Semua garis memiliki lebar 8 cm
- Lapangan dibagi dua yang dibelah oleh garis tengah lapangan. Tanda/Titik tengah ditandai dengan sebuah titik di tengah-tengah garis tengah lapangan. Titik tengah dikelilingi oleh sebuah lingkaran dengan radius 3 meter.
- Semua garis memiliki lebar 8 cm
- Lapangan dibagi dua yang dibelah oleh garis tengah lapangan. Tanda/Titik tengah ditandai dengan sebuah titik di tengah-tengah garis tengah lapangan. Titik tengah dikelilingi oleh sebuah lingkaran dengan radius 3 meter.
Daerah Pinalti
Daerah Pinalti ditentukan pada setiap sisi akhir
dari lapangan sebagai berikut :
Seperempat lingkaran dengan radius 6 meter berada ditengah-tengah
pada garis gawang. Seperempat lingkaran digambarkan dari garis gawang sampai
bertemu dengan garis bayangan yang berada ditengah pada sudut kanan pada garis
gawang dari sisi luar posisi tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing
seperempat lingkaran dihubungkan oleh garis sepanjang 3.16 meter yang
membentang sejajar dengan garis gawang.
Garis kurva yang terbentuk merupakan garis terluar dari daerah
penalti yang disebut sebagai Garis Wilayah Penalti.
Titik Penalti berjarak 6 meter dari titik tengah antara posisi
tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang terebut.
Titik Penalti Kedua berjarak 10 meter dari titik tengah antara
posisi tiang gawang vertikal dan berjarak sama diantara kedua tiang tersebut.
Bujur Sudut (Titik Tendangan Pojok)
Seperempat lingkaran dengan radius 25 cm di setiap sudut lapangan
Seperempat lingkaran dengan radius 25 cm di setiap sudut lapangan
Zona Pengganti Pemain
Zona Pengganti Pemain ditempatkan persis di
depan bangku tim dimana cadangan dari tim official berada. Zona ini adalah
tempat dimana pemain masuk dan keluar lapangan apabila terdapat pergantian
pemain.
Zona Penggantian Pemain memiliki panjang 5 meter. Zona ini
ditandai pada setiap sisinya dengan sebuah garis yang memotong garis pembatas
lapangan. Lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm berada di dalam
lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Jarak antara masing-masing zona penggantian pemain dengan titik
perpotongan garis tengah lapangan dengan garis pembatas lapangan adalah 5
meter. Ruang yang bebas ini, secara langsung berada di depan meja penjaga
waktu, harus tetap terjaga kebebasan pandangannya.
Gawang
Gawang harus ditempatkan pada tengah-tengah dari
garis gawang. Gawang terdiri dari dua buah tiang sejajar vertikal dengan
jarak yang sama dari setiap sudut dan pada sisi atasnya dihubungkan dengan
batang horisontal
Jarak kedua tiang vertikal adalah 3 meter dan jarak dari sisi
bawah batangan atas ke dasar permukaan lapangan adalah 2 meter
Tiang vertikal maupun tiang horisontal memiliki lebar dan
kedalaman 8 cm. Net (jaring), terbuat dari tali rami, goni, atau nilon.
Dikaitkan pada kedua tiang vertikal dan tiang horisontal pada sisi belakang
gawang. Bagian yang bawah didukung oleh batangan melengkung ataupun bentuk
lainnya untuk memberi ketahanan yang cukup.
Kedalaman gawang adalah jarak dari ujung bagian dalamdari posisi
gawang langsung ke arah sisi luar lapangan, minimal 80 cm pada bagian atas dan
100 cm pada bagian bawah (permukaan lapangan)
Futsal memiliki peraturan tersendiri dibandingkan sepakbola, semua
peraturan permainan futsal sudah disepakati dan diatur tersendiri oleh FIFA.
Tetapi, dengan menghormati kesepakatan dari asosiasi-asosiasi terkait dan yang
telah mempersiapkan prinsip-prinsip dari peraturan-peraturan ini, peraturan
permainan futsal dapat diubah penerapannya untuk disesuaikan dengan
perintah-perintah pemula khususnya yang berusia di bawah 16 tahun, wanita atau
untuk pemain yang sudah cukup berumur (melebihi 35 tahun) dan pemain yang
memiliki kekurangan-kekurangan tertentu.
Hal-hal yang diperbolehkan untuk diadakan perubahan adalah :
- Ukuran lapangan.
- Ukuran, berat, dan bahan bola.
- Lebar dan tinggi mistar gawang.
- Durasi babak/periode permainan.
- Penggantian/Pemain cadangan.
- Ukuran, berat, dan bahan bola.
- Lebar dan tinggi mistar gawang.
- Durasi babak/periode permainan.
- Penggantian/Pemain cadangan.
Berkenaan dengan jenis kelamin, peraturan-peraturan tetang wasit,
pemain dan para petugas lainnya adalah berlaku sama baik bagi jenis kelamin
pria maupun wanita.
Keamanan
Gawang dapat dipindah-pindahkan tetapi harus
dapat tetap kokoh berdiam aman di permukaan lapangan selama pertandingan
berlangsung.
Permukaan Lapangan
Permukaan lapangan haruslah mulus dan rata serta
tidak kasar atau kesat.Penggunaan bahan dari kayu atau bahan buatan lainnya
lebih dianjurkan. Beton ataupun Bata harus dihindarkan unutk menghindari
kemungkinan cedera.
Jika ukuran garis gawangadalah 15 meter dan 16
meter, radius ukuran seperempatnya lingkaran hanya sebesar 4 meter. Dalam hal
ini, titik penalti tidak lagi ditempatkan pada garis wilayah penalti, tetapi
berada tetap pada jarak 6 meter dari titik tengah antara posisi Tiang gawang.
Penggunaan (lempengan) tanah rumput, ataupun
tanah rumput buatan atau tanah lembut diperbolehkan untuk pertandingan yang
dimainkan di dalam kompetisi domestik, tetapi tidak diperbolehkan untuk
pertandingan internasional.
Tanda garis putih 5 meter dari busur pojok
lapangan dibuat agar diperhatikan oleh pemain pada saat dilakukannya sepak
pojok. Lebar tanda ini adalah 8cm.
Tempat duduk para pemain cadangan dan official
adalah di belakang garis pembatas lapangan tepat disamping zona bebas yang
berada di depan meja penjaga waktu.
|
Pemilihan tempat diputuskan
melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang
ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut. Tim lainnya
melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan. Tim yang
memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk memulai babak
kedua.
Pada babak kedua dari
pertandingan, tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
Tendangan Permulaan
(Kick Off) Kick Off adalah cara untuk memulai permainan.:
- Pada Permulaan babak pertama dipertandingkan - Setelah gol tercipta - Pada permulaan babak kedua dipertandingkan - Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan
Prosedur
- Seluruh pemain berada dalam setengah lapangan permainannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan. - Bola ditempatkan di titik tengah lapangan - Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick off - Pada saat memulai pertandingan kick off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak ke arah depan. - Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Pelanggaran dan Sanksi
- Jika penendang menyetuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran. - Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah penalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah penalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. - Untuk setiap pelanggaran prosedur kick off, maka kick off akan dilakukan kembali/diulang.
Menjatuhkan Bola
Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau pernainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.
Prosedur
Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola tersebut terakhir berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah penalti, dimana hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah penalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan. Pelanggaran dan Sanksi
Bola dijatuhkan
lagi/diulang.
• Jika bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah) • Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain |
|
|
|
|
BOLA
Kualitas dan Ukuran Bola harus :
Kualitas dan Ukuran Bola harus :
• Berbentuk bulat
• Terbuat dari kulit atau bahan lainnya
• Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm
• Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
• Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400-600 gr/cm3)
Pergantian Bola Rusak
Jika Bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan :
• Pertandingan dihentikan sementara
• Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak
Jika Bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai, tendangan gawang,
tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan penalti atau tendangan kedalam :
• Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa
• Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit
Keputusan 1
Bola dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.
Keputusan 2
Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55
cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika bola di
jatuhkan dari ketinggian 2 m, dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya
bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam peraturan
No.2 yang diperbolehkan untuk digunakan.
Dalam suatu pertandinga atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya dibawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola :
Logo resmi : ”FIFA APPROVED” atau ”FIFA INSPECTED” atau referensi ”International Match Ball Standard”
Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2 daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.
Assosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2.
Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti "International Matchball Standard”
Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.
Dalam suatu pertandinga atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya dibawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola :
Logo resmi : ”FIFA APPROVED” atau ”FIFA INSPECTED” atau referensi ”International Match Ball Standard”
Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2 daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.
Assosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2.
Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti "International Matchball Standard”
Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.
Keselamatan
Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan
atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya,
termasuk bentuk perhiasan apapun.
Dasar Perlengkapan
Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah :
• Seragam atau kostum. Jika menggunakan baju tambahan di dalam (undergarments) warna dari pelindung lengan harus sama dengan warna kostumnya
• Celana pendek. Apabila memakai celana dalam strench pants, warnanya harus sama dengan warna celana pendek utama.
• Kaos kaki
• Pengaman kaki (shinguards)
• Sepatu yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Pengunaan sepatu adalah wajib.
• Pemain tidak boleh menggunakan undergarment yang menunjukkan slogan atau iklan. Kewajiban dasar peralatan ialah tidak boleh mengandung unsure politik, agama, ras, atau pernyataan seseorang.
• Seorang pemain yang memberikan slogan atau iklan di bajunya akan mendapat sanksi dari panitia.Tim pemain yang pada peralatan dasarnya mempunyai unsure politik, agama, sara atau pernyataan seseorang akan dikenakan sanksi oleh panitia atau oleh FIFA.
• Kaos harus mempunyai pelindung lengan.
Seragam atau Kostum
• Diberi nomor antara 1-20 dan harus tampak pada bagian belakang kostum
• Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya
Untuk pertandingan internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
Pengaman Kaki (Shinguards)
• Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki
• Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis)
• Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
Penjaga Gawang
• Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus ditutup dengan kaos kaki.
• Setiap penjaga gawang memakai warna kostum berbeda yang mudah membedakan dengan pemain lain serta wasit.
• Jika seorang pemain yang berada di luar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai oleh penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
Pelanggaran dan Sanksi
Untuk setiap pelanggaran dan sanksi peraturan ini :
• Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada di luar permainan.
Wewenang Wasit Setiap pertandingan dipimpin oleh dua orang wasit
yang memiliki wewenang penuh untuk menegakkan Peraturan Permainan yang
berhubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya,
terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan
tersebut. Kekuasaan dan Tanggung Jawab Wasit.
Menegakkan Peraturan Pertandingan :
Membiarkan permainan terus berlanjut ketika
terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang
dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan
tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim
yang membuat pelanggaran sebelumnya.
Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan,
termasuk memberikan hukuman terhadap pemain dan/atau ofisial tim pada insiden
lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
Bertindak sebagai pencatat waktu jika
ofisial/petugas yang ditetapkan tidak hadir.
Menghentikan, menunda dan mengakhiri pertandingan untuk setiap
pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan
pemain tersebut.
Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seseorang pun yang tidak
berkepentingan masuk ke dalam lapangan.
Menghentikan pertandingan jika, menurut
pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan
dari lapangan.
Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan
permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan
Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan
memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2
Keputusan Wasit Semua keputusan wasit mengenai fakta
yang berhubungan dengan permainan adalah final tidak dapat
dirubah. Keputusan 1 Jika wasit utama dan kedua pada saat bersamaan
mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan
keputusan maka keputusan wasit utama yang dibenarkan. Keputusan
2 Wasit Utama dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atu
mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap
keputusan Wasit Utama yang dibenarkan.
Peregangan tubuh sepertinya merupakan hal yang sangat sederhana.
Ketika kita merasa letih atau baru bangun tidur, secara alami kita akan
menggeliat. Ternyata peregangan yang sederhana ini memiliki manfaat yang luar
biasa.
Hampir semua kegiatan fisik kita dikendalikan
oleh otot, saraf dan tulang. Untuk dapat bekerja dengan baik, ketiganya perlu
dalam keadaan relaks dan fleksibel. Otot berhubungan dengan tulang melalui
jaringan yang disebut tendon. Ketika berkontraksi otot memendek dan
menggerakkan tulang-tulang. Bila otot tidak dalam keadaan relaks, proses
kontraksi dan relaksasi ini akan menjadi lebih sulit dan memakan banyak energi,
akibatnya orang akan merasa malas bergerak. Dengan latihan beban, kita dapat
memperbesar dan memperkuat otot. Namun seringkali bila latihan ini tidak
diikuti dengan latihan fleksibiltas, orang dapat terlihat kaku dan lamban.
Sistem saraf mengontrol tubuh manusia, baik
secara sadar maupun tidak sadar.Dalam keadaan tegang, tentu saja kerja saraf
menjadi kurang baik sehingga fungsinya berkurang. Akibatnya, tidak hanya secara
fisik kita menjadi kurang fit, namun organ dalam yang dikendalikan oleh saraf
pun menjadi bekerja kurang sempurna.
Tulang tidak hanya untuk menopang tubuh manusia
untuk berdiri, namun juga harus membuat bagian-bagian tubuh bergerak melalui
persendiannya. Persendian seharusnya senantiasa berada dalam keadaan fleksibel
karena jika tidak, tubuh kita akan menjadi sulit bergerak seperti engsel pintu
yang berkarat.
Manfaat Streching antara lain :
1. Memperbaiki kerja
susunan saraf
2. Membuat postur tubuh lebih baik
3. Memperlancar sistem peredaran darah dan limfe
4. Melenturkan tubuh
5. Mengurangi stress
6. Mengurangi risiko cedera waktu berolahraga
2. Membuat postur tubuh lebih baik
3. Memperlancar sistem peredaran darah dan limfe
4. Melenturkan tubuh
5. Mengurangi stress
6. Mengurangi risiko cedera waktu berolahraga
Harsono, XII IPS 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar